Opinion

Imaji Politik John Lennon

Imaji Politik John Lennon December 11, 2017
john lennon

Di antara keriuhan politik dunia dari pernyataan kontroversial orang nomor satu Amerika Serikat, Donald Trump yang mau memindahkan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, sebagian penggemar musik memperingati kematian John Lennon dengan cara memainkan apa yang disebut Presiden Pertama Indonesia, Soekarno sebagai musik “ngak ngek ngok”. Pada 8 Desember 1980, pimpinan grup musik The Beatles ini tewas “didor” Mark Chapman.

Dalam kehidupan dunia yang tak hitam putih ini, penembakan yang menghilangkan nyawa manusia terjadi tak hanya pada peperangan. Negara yang tujuan sejati berdirinya adalah untuk melindungi hak asasi manusia malah banyak yang menerapkan hukuman tembak mati bagi warganya. John, di puncak kesuksesan puji dan puja malah mati ditembak orang yang mengidolakannya yang juga merupakan fundamentalis agama.

Keadaan tragis itu, bisa membuat kita teringat salah satu lagu yang diciptakan John: “I Don’t Want To Be A Soldier”. Penggalan liriknya berbunyi: Well, I don’t wanna be a soldier mama/ I don’ wanna die/ Oh no. Seakan-akan John mengatakan: dia tak mau menjadi tentara, karena tidak mau (tertembak) mati. Ternyata tanpa jadi tentara pun John mati tertembak. Oh no!

John pernah berkata dalam sebuah wawancara: “Bagaimana mungkin orang yang waras mengatakan album “Imagine” saya adalah karya terakhir yang bisa membuat saya sukses? Saya sekarang berusia 34 tahun, dan bila Tuhan menghendaki, saya masih bisa meraih sukses gemilang di usia 60 tahun atau berapa pun nanti”. Ternyata, 5 tahun setelah wawancara itu John tewas.

Banyak dari kita berpendapat, manusia hanya bisa berharap dan berusaha. Dalam kehidupan ini, ada yang namanya takdir. Pada umumnya kita mengartikannya sebagai kehendak Tuhan.

Suatu takdir tidak bisa kita ketahui, sebelum suatu takdir itu terjadi. Kadang takdir memang tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Sehingga, (mungkin) seringkali kita tidak bisa atau tidak mau menerima apa yang sudah ditakdirkan. Tanpa sikap yang dewasa dalam menyikapi takdir tersebut yang timbul adalah kesedihan, kekecewaan, dan keputusasaan.

Tetapi kita pun tahu bahwa, takdir juga bisa kita lawan dan bisa kita ubah. Setidaknya ada literatur agama yang menegaskan bahwa Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha untuk mengubah keadaannya.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa membedakan antara takdir yang bisa kita ubah dengan yang tidak bisa?

Konflik Palestina dan Israel merupakan satu dari gambaran dunia yang menggambarkan kerusakan dan kekerasan. Cinta, kasih sayang, perhatian, dan kepedulian serta kedamaian antar keduanya seperti sulit diwujudkan. Apakah kita akan menempatkan keadaan itu sebagai ruang takdir yang tidak bisa diubah karena sesuai nubuah kitab suci tiga agama dan ramalan?

Kita perlu sadari kompleksitas keadaan untuk tak menyimpulkan dunia ini hitam/putih. Lebih banyak ini soal pikir dan sikap politik. Di Israel, ada orang baik dan orang jahat. Begitu juga di Palestina. Tak semua anggota Parlemen Israel setuju dengan keinginan Donald Trump. Jika kita tak setuju Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel, apakah kita setuju Yerusalem menjadi Ibu Kota Palestina sehingga kota suci tiga agama itu hanya milik Islam saja?

Jika kita belum yakin bahwa perang Palestina-Israel bisa kita ubah dengan kedamaian bersama; sepertinya kita perlu membangunkan kembali John Lennon. Kita minta dia untuk menyayikan karya monumentalnya yang berjudul Imagine. Agar bisa menyadarkan kita mengenai pentingnya imajinasi sebagai awalan untuk suatu perubahan atau perlawanan terhadap keburukan yang sering diabadikan dunia dengan kesimpulan takdir.

Imagine there’s no heaven
It’s easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people living for today

Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people living life in peace

You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope someday you’ll join us
And the world will be as one

Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people sharing all the world

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3531