Politician The Icon

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla January 27, 2018
Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

5

Anti-Corruption

3.0/10

Pro-Environment

3.0/10

Human Rights

3.0/10

Strong Leadership

8.0/10

Breakthrough Policy

8.0/10

Jusuf Kalla bisa disebut menjadi salah satu juru damai saat kedua konflik itu pecah, keterlibatannya pada masa itu dapat membuahkan hasil yang luar biasa. Dunia pun mengakui andil yang ia lakukan, terutama saat menyelesaikan konflik GAM dengan menelurkan perjanjian Helshinki. Perlu diketahui, model penyelesaian damai antara RI dan GAM saat ini menjadi rujukan internasional dalam menyelesaikan berbagai konflik di seluruh belahan dunia.

Saat menyelesaikan konflik di Poso, Jusuf Kalla yang pada saat itu menjabat Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat di era Presiden Megawati, sebetulnya hadir untuk mengurusi pekerjaannya dalam menangani para pengungsi yang berjumlah sekitar 250 ribu pengungsi, atau 70 persen warga Poso. Akan tetapi ia melihat adanya kesalahpahaman yang berakibat timbul konflik di Poso, maka saat itu ia pun meminta ijin kepada Presiden Megawati guna menyelesaikan konflik tersebut.

Dilansir oleh Antara, JK pun menjelaskan, yang harus dilakukan pertama kali dalam menyelesaikan konflik yakni dengan melakukan dialog bersama pihak – pihak yang bertikai. Ia pun mengungkapkan berdasarkan pengalamannya, konflik di negeri ini baik horisontal maupun vertikal terjadi akibat dari permasalahan ideologi, ketidakadilan ekonomi, serta adanya faktor sejarah yang ingin merdeka.

Dalam menyelesaikan konflik, dirinya juga kerap melakukan lobi atau pertemuan informal dengan pihak yang bertikai. Menurutnya melalui lobi tersebut setidaknya sudah harus menyelesaikan 50 persen persoalan, setelah itu baru dilakukan pertemuan formal atau perundingan guna membahas penyelesaian konflik secara adil bagi kedua belah pihak yang bertikai.

Dikatakan oleh Jusuf Kalla, dalam tahap perundingan harus diberikan jadwal yang tegas, agar perundingan tersebut dapat berjalan dengan fokus tanpa terganggu oleh berbagai hal. Menurutnya dengan adanya jadwal, maka arah dari perundingan pun akan berjalan dengan sesuai sehingga menghasilkan kesepakatan.

Ia pun menambahkan, sebagai penengah konflik harus bersikap netral dan adil seutuhnya. Dirinya kerap menjaga kepercayaan serta mencari titik temu yang adil dan dapat dirasakan oleh kedua belah pihak.  Menurutnya, jika semua itu sudah dilakukan maka akan mudah mencapai kesepakatan damai dalam perundingan.

Jusuf Kalla mengingatkan, dalam penyelesaian konflik hendaknya mengedepankan dialog dan kompromi. Kedua hal tersebut merupakan sumber untuk menemukan titik temu sebagai upaya dalam mendamaikan pihak-pihak yang bertikai.

Atas dasar pengalaman sebagai juru damai itulah, JK sering diundang di forum internasional untuk berbagi kiat dalam melakukan proses perdamaian atas konflik yang terjadi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
52