Politician

Nurdin Halid

Nurdin Halid February 12, 2018
nurdin halid

Nurdin Halid

4

Anti-Corruption

0.0/10

Pro-Environment

4.0/10

Human Rights

5.0/10

Strong Leadership

6.0/10

Breakthrough Policy

5.0/10

Pengalaman ngamar dibalik jeruji besi juga pernah dirasakan oleh calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Halid. Politisi partai Golkar serta mantan Ketua PSSI ini, sempat beberapa kali harus keluar masuk bui akibat tersandung kasus korupsi.

Dilansir dari laman tempo.co, sosok yang lahir di Watampone, Sulsel pada 17 November 1958 silam, pernah tersandung sederet kasus korupsi. Setahun menjabat Ketua PSSI, pada 16 Juli 2004, Nurdin harus mendekam di penjara akibat tersandung masalah dugaan kasus penyelundupan gula impor ilegal.

Selang setahun kemudian, Nurdin ditahan atas dugaan korupsi distribusi minyak goreng yang terjadi pada 1999. Dalam kasus ini negara dirugikan sebesar Rp 169,7 miliar, Nurdin pun dituntut kurungan penjara selama 20 tahun. Namun tak berselang lama majelis hakim menyatakan Nurdin tidak bersalah sehingga langsung bebas, tapi kemudian putusan itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung pada 13 September 2007 serta memvonis Nurdin dua tahun penjara.

Pada 9 Agustus 2005, Nurdin sempat mendekam di penjara akibat terlibat pada kasus kepabeanan impor beras dari Vietnam. Ia divonis penjara selama 2 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara, namun di kasus ini ia hanya menjalani hukuman penjara selama 1 tahun karena mendapat remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Tepat tanggal 17 Agustus 2006 ia pun dibebaskan.

Pada September 2005, Nurdin kembali dituntut dalam kasus gula impor, akan tetapi pada 15 Desember 2005 dakwaan terhadap dirinya ditolak oleh majelis hakim karena berita acara pemeriksaan dinyatakan cacat hukum.

Di bulan September 2007, Nurdin Halid harus mendekam di penjara LP Salemba Jakarta Pusat selama dua tahun akibat penyelewengan impor beras ilegal dari Vietnam sebanyak 60 ribu ton. Seperti memiliki kekebalan hukum yang cukup kuat, Nurdin pun hanya menjalani kurungan selama 14 bulan, di tanggal 27 November 2008 ia pun dibebaskan.

Berbagai rentetan kasus korupsi tersebut, nyatanya tidak mengurungkan niat Nurdin Halid untuk bertarung di Pilkada Gubernur Sulsel tahun ini. Dalam berbagai kesempatan ia pun mengungkapkan kejujuran dirinya yang pernah tersangkut kasus hukum, jadi modal utama untuk menciptakan program-program yang langsung menyentuh kepada masyarakat.

Bersama pasangannya, Aziz Qahhar Mudzakkar, Nurdin Halid berjanji akan membangun Sulsel lewat program Tri Karya yang berbasis infrastruktur serta kearifan lokal. Nurdin juga kerap menegaskan, masa lalunya yang terjerat kasus korupsi, bukan merupakan sebuah penghalang bagi dirinya untuk membangun bangsa dan negara.

Photo: Adam Dwi / MetroTV News

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
11